Sejarah manajemen
Manajemen dikenal pada awalnya karena lahirnya suatu organisasi, dan mulai dikenal sejak adanya perusahaan-perusahaan berdiri secara sederhana.
Pada waktu itu para manajer belum mengenal pembagian pekerjaan, dimana manusia manusia masih dianggap sebagai mesin dan belum ada penataan dalam organisasi.
kegiatan manajemen pada mulanya bersifat konvensional, yaitu cara kerjanya berdasarkan tradisi, dimana suatu organisasi dijalankan berdasarkan turun temurun.
misalnya seorang keluarga mendirikan suatu usaha, mereka bekerja berdasarkan orang tuanya atau pengalaman orang lain.
Manajemen diterapkan bukan saja dalam usaha keluarga, tetapi sejak peradaban kuno dibagian barat Mesopotamia, terdapat tulisan-tulisan Mesir kuno sekitar tahun 1200 sebelum Masehi. Pengetahuan manajemen sudah diterapkan dalam kegiatan politik, bidang peradilan, dalam sistem pemerintahan organisasi militer, dalam usaha kelompok, bahkan diterapkan pula oleh gereja katholik melalui pengembangan struktur organisasi sedunia dan melalui penggunaan otorisasi dalam bidang pekerjaan manajemen.
Sejak lahirnya revolusi industri pada awal abad ke 18, terjadi pergeseran penerapan manajemen tradisional menajdi manajemen sistematik.
Dengan adanya revolusi industri, telah menyebabkan meluasnya penggunaan mesin-mesin pabrik untuk kegiatan produksi, sehingga pengelolaan perusahaanpun bergeser kearah modern, maka manajemen pun turut berkembang menjadi suatu ilmu pengetahuan yang sangat dominan dalam mengelola organisasi perusahaan modern.
Manajemen tradisional dalam perkembangan manajemen
Sejak adanya kerjasama antara sekelompok orang dalam suatu ikatan formal untuk mencapai suatu tujuan tertentu, maka bersamaan dengan itu lahirlah manajemen.
Manajemen mulai-mulai lahir dalam wujud tradisional, kemudian berkembang menjadi suatu ilmu dan seni. Di dalam zaman modern manajemen berkembang menjadi profesi.
Pengertian manajemen tradisional ialah menajemen yang ditandatangani oleh tradisi atau (kebiasaan secara turun-menurun).
Ciri-ciri dari manajemen tradisional ialah didalam memecahkan suatu masalah, para manajer akan bertitik tolak pada apa yang telah dilakukan pada waktu yang lalu dan dalam situasi yang hampir sama
Pendapat manajer yang menganut manajemen tradisional mengatakan bahwa : “kunci keberhasilan dan kesuksesan manajemen yang paling aman dan benar adalah dengan melaksanakan tugas-tugas dalam mengelola perusahaan menurut cara-cara dan kebiasaan-kebiasaan yang telah dianut dan dipraktekan pendahulunya.”
Setelah adanya kemajuan dibidang teknologi yang ditandai dengan lahirnya revolusi industri, dimana industri rumah tangga keluarga berubah dari rumah tangga konsumsi menjadi rumah tangga produksi, yang menimbulkan persaingan dan perlombaan dari ekonomi tertutup menjadi ekonomi terbuka, maka peranan manajemen yang tradisional turut berkembang menjadi suatu ilmu dan seni.

0 komentar:
Posting Komentar